Tiwul, menembus batas gengsi

Tiwul merupakan makanan khas dari Gunungkidul. Makanan ini terbuat dari gaplek (singkong yang dikeringkan). Dulu, tiwul dianggap sebagai makanan kaum miskin. Makanan bagi mereka yang tidak mampu membeli beras. Namun sekarang, tiwul telah naik pangkat. Tiwul banyak dicari, baik oleh orang Gunungkidul asli maupun mereka yang pernah merasakan sensasi yang terkandung dalam makanan ini. Tak ayal lagi, Tiwul merupakan oleh-oleh yang paling banyak dicari, mengalahkan bakpia pathok.

Banyaknya warga Gunungkidul yang merantau ke daerah lain ikut berperan dalam penyebar luasan tiwul sebagai kekayaan khasanah kuliner nusantara. Hal ini didukung juga dengan berdirinya pabrik yang memproduksi tiwul instan. Penyederhanaan proses pengolahan tiwul yang njlimet menjadi acuan utama produk ini dibuat. Dengan adanya tiwul instan, distribusi menjadi lebih mudah.

Tiwul sekarang menjadi konsumsi segala lapisan masyarakat. Baik dari kalangan bawah maupun kalangan atas sekalipun. Tiwul telah berhasil menembus batas gengsi. Makanan rakyat miskin ini telah menembus batas geografi. Bekasi, yang merupakan daerah tujuan bagi perantau asal Gunungkidul menjadi area peredaran tiwul, baik instan maupun bukan. Tiwul telah berpartisipasi dalam menyediakan pilihan makanan bagi warga kota bekasi dan kota-kota yang lain. Dukung gerakan Bekasi Bersih Partisipasi Blogger.

1 Response so far »

  1. 1

    bachtiar said,

    boleh juga untuk makanan camilan pagi hari


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: